77 Days to Go

Agak  kaget juga waktu buka wordpress. Benar-benar tidak terasa, pertengahan April ini saya sudah menginjak 7 bulan. Beberapa bulan yang lalu, EDD nampaknya masih lamaaaaaa sekali, tapi tanpa terasa makin lama makin dekat.

Sejauh ini apa saja sih perubahan yang sudah terjadi?

  • Baby bump sudah semakin jelas.. nanti coba cari-cari dulu ya foto-foto per*kembang*an badan saya, Adam relatif rajin dalam mendokumentasikan masalah ini.
  • Preferensi makanan. OK, ngaku deh. I’m not a big fan of fruits and veggies, dan dulu sempat berjanji kalo hamil akan berusaha makan sayur dan buah. Tapi apa daya, makan apel 1 buah aja bisa bikin saya bercucuran airmata, dan semangka seukuran ruas jari pernah nyaris membuat saya muntah di depan klien. Anehnya, buah pepaya yang biasanya bikin saya pusing, sukses dikunyah dan dicerna tanpa perjuangan yang berarti. Untungnya sayur masih cukup bisa diterima oleh perut dan tubuh saya.
  • Al Pacino!! George Clooney and Richard Gere makes me drool. But these days, Al Pacino makes me sweat!! Need I say more?
  • Make up and fashion. Trimester pertama, rasanya saya tenggelam ke masa kegelapan alias dark ages. Ngeliat peralatan make up rasanya maleeeeeessss banget. Jangankan berblush on, sisiran aja rasanya males! Trimester kedua jiwa centil saya mulai kembali. Hello blush on and eyeliner :D Semoga saya masih bisa menggerakkan diri untuk terus berdandan ya.. Ngga lucu amat ketemu klien dengan muka kucel.
  • Shopping. Biasanya browsing tas dan sepatu, sekarang bawaannya ngecengin stroller dan carseat.. No complaints here. Tapi sejujurnya, saya ngga terlalu semangat dengan baju-baju baby yang imut itu. Mungkin begitu masuk 7 bulan dan boleh belanja, saya akan langsung kabur ke toko buku dan mainan semacamnya Aksara dan Early Learning Centre :D

Apalagi ya?

Kalau dihitung mundur, pada saat yang sama setahun kemarin, kemungkinan saya lagi pusing menentukan dekor atau menu katering. Segala macam urusan leading up to the wedding day, both akad and resepsi. Bebannya adalah ekspektasi orang, biaya dan berbagai macam tetek bengek lainnya.

Tahun ini, masalah yang saya hadapi rasanya lebih kompleks. Akad dan resepsi selesai dalam hitungan jam, dan tuntas dibicarakan dalam hitungan bulan. But babies? Segala keputusan yang kita ambil akan berpengaruh ke masa depan. Bukan hanya kami sebagai suami istri, tapi juga sebagai orang tua. Apakah asupan gizi saya cukup? Apakah stroller yang kami pilih cukup safe untuk si bayi? Dan berbagai macam pertimbangan lain.

Beban? Rasanya tidak…. Buat kami, it’s a whole new chapter and a whole new adventure :D

I’ll update with pictures real soon

March 29, 2010 at 8:07 pm Leave a comment

Dresses and Tresses

Sekarang usia kehamilan saya sudah menginjak 26 minggu.. 6 bulan lebih sedikit lah ya.

Alhamdullilah, selama kehamilan saya tidak mengalami tantangan yang terlalu berat. Trimester pertama relatif aman tanpa rasa mual berlebihan, malah masih sering naik ojek dari kantor ke kampus. Waktu pertama kali USG dan dengar detak jantung baby, mata langsung berkaca-kaca seadanya.

Masalah capek sih jangan ditanya. Tapi untungnya nafsu makan relatif normal dan babynya pun alhamdullilah sehat dan aktif terus. Masuk bulan ke 4 sudah mulai terasa ada gerakan-gerakan kecil di perut. Bulan ke 5 malah semakin heboh, perut mulai suka tremor-tremor kecil. Lucu deh rasanya.

Waktu trimester awal, berat badan saya relatif stabil. Setiap nimbang di dokter malah ngga pernah naik. Selalu segituuuu aja selama 3 bulan, sempet panik sih, tapi kata Dr. Otamar yang penting perkembangan baby sesuai dengan usianya. Siplah!

Tapi yang bikin ngga seru, banyak banget yang ngga percaya saya hamil. Selalu dituduh ngga doyan makan lah, ini itu.. udahlah ya ngga usah dipikirin. Yang penting kita berdua sehat kok :)

Nah, begitu masuk bulan kelima, baby bumpnya mulai keliatan jelas. Dan juaranya lagi, banyak teman dekat saya yang akan melangsungkan pernikahan. Pada saat bahan-bahan untuk seragam mulai berdatangan, sayapun mulai bingung. Kayanya males deh nih berkebaya dan kain. Tapi kalau mau bikin dress model apa juga ya?

Akhirnya saya minta rekomendasi seorang teman yang super canggih untuk masalah ber-dress ria.. here are some of the reference…

Why these dresses? I found that drapery can effectively cammouflage a bulging tummy. One shouldered cut also lend a nice detail to this cut. The plunging neckline is a no go for me.. so I think I’ll do a bit of modification for the neckline :)

What do you think? Good enough for a preggie lady?

Speaking of which, I’m also thinking of changing the length of my hair. My last haircut was inspired by Katie Holmes short do…  It was something like this

Sayangnya sekarang udah gondrong ngga jelas.. tapi rencana berikutnya adalah bertahan sebentar dan mengubah gaya rambut menjadi seperti

Tapi sedikit realistis.. karena saya selalu kekurangan waktu untuk mencatok dan berurusan dengan hairdryer dan sisir.. kemungkinan besar akan lebih mirip dengan yang ini

Masih lumayan lucu kan?

March 12, 2010 at 2:54 pm 2 comments

Pancake Craze

Akhir-akhir ini saya amat sangat kegilaan makan pancake. Sampai pada titik dimana saya memutuskan untuk praktek bikin pancake di rumah.

Hasilnya? Lumayan juga, sayangnya ngga sempat difoto. Salah seorang teman saya khusus datang ke rumah hari Minggu pagi untuk membimbing saya membuat Apple Pancake.. Hitung-hitung membantu memaksa diri untuk makan buah lah ya..

Beberapa waktu yang lalu, saya dan Adam sempat ke Bandung untuk menghadiri pernikahan salah seorang sahabat Adam. Dari tempat resepsi, kami langsung kabur ke salah satu restoran favorit saya di Bandung. Nanny’s Pavillion!!

Berhubung sudah cukup puas menikmati berbagai macam main course di resepsi, kami fokus pada dessert. Saya memesan Peach Pancake, Adam memilih Banana Split. Tapi masih ditambah Fried Mushroom with Tartar Sauce, buat cemilan..kalau ngga abis bisa dicemil otw pulang ke Jakarta lah yaa..

Ini penampakannya Peach Pancake. Masih ada maple syrup, tapi paduan antara peach dan ice cream vanilla sudah cukup buat saya. Kalau ditambah maple syrup kok rasanya kemanisan ya? Selain aneka pancake, Nanny’s Pavillion juga menyajikan berbagai pasta. Waktu pertama kali ke sana, Adam pernah memesan My Cousins Breakfast atau apalah. Isinya potato pancake, grilled sausage and tomatoes, hash browns and baked beans. Ngeliatnya aja udah kenyang.

Nanny’s Pavillion ini nampaknya lagi benar-benar hits di Bandung. Tiap kali ke sana pasti ramai, sampai harus waiting list cukup lama. Untung persis di sebelahnya ada FO. Jadi sambil nunggu waiting list bisa cuci mata sedikit. Berhubung ukuran badan masih agak ajaib, cuma Adam yang sukses belanja di sana. Oh, kalau yang ini penampakannya Fried Mushroom with Tartar Sauce.

Jamurnya juga sip nih. Batternya gurih dan ngga terasa basah. Biasanya kan jamur agak watery gimana gitu. Tartar saucenya juga pas. Akhirnya yang ini abis, dan kita bungkus satu lagi buat dibawa pulang.

Ada satu lagi menu favorit di Nanny’s Pavillion. Blueberry something namanya, sepitcher bisa buat rame-rame. Berhubung cuma berdua, akhirnya kita ngga pesen ini.

Penampakan setelah kenyanggggg

March 10, 2010 at 2:04 pm 1 comment

Akad Nikah: Kisah Pengantin Jawa Jejadian

Okay…masih manusia seutuhnya kok! Ini berdasarkan komentar Tante Tatiek, bahwa saya SAMA SEKALI ngga bisa diem. Hehehehe :D

Berawal dari pertemuan pertama dengan Tante Tatiek waktu mau Siraman, beliau dan kru Firma Melati memang datang lebih cepat dari jadwal, sementara Mba Dewi heboh ngurus bunga dan printilan siraman, tante Tatiek masih duduk anteng, nungguin saya yang sibuk mondar-mandir (ini juga udah lupa ngurus apa sebenernya) malahan sibuk nanya, “Tante udah makan? Makan aja dulu ya…” sambil mengangsurkan nasi Box dari Bu Endang apa siapa lah gitu..

Hari kedua, pas akad nikah.. jam 4 pagi si CPW udah keliling rumah sambil nunjuk-nunjuk bunga yang udah layu, dan manyun minta diganti. Abis itu dengan kesadaran tinggi, manasin bakso dan nasi buat sarapan. Walau hanya ketelen dua suap, yang penting perut terisi. Begitu Tante Tatiek dan kru datang, saya malah keukeuh maksa mereka ngemil roti dulu. Minimal minum teh! Hahahahahahaha… padahal alasan! Grogi boooooo

December 27, 2009 at 12:24 pm Leave a comment

Review#6: Kebaya Akad *Barli Asmara*

Okay, this is my biggest personal splurge on the wedding! Making kebaya Akad was one of the scariest part. I was so afraid something would go wrong.

The designer/tailor made a wrong cut.. did an awful payet job.. was totally late..or I changed my mind too many times to actually make up my mind on the design.

Finally, I gathered up my courage and called one of the nicest designers on my days as Fashion Editor. The awesomely cute and nice Barli Asmara. He was kind enough to give me an indecent price, but great service to boot!!

It took 2 consultation until I finally make up my mind on the design. 3-4 fittings, the final one was supervised by Kakak Barli himself. And the end result? Absolute amazement!!I love the detail, the fit is just great and the bustier is even better!!

You might wonder though, why I made a designer kebaya for Akad Nikah instead of the grander event..aka Resepsi. Honestly I want to stand out among the guest, face it.. you’d have to wear an extravagant kebaya modern on that occassion.  With the long train, heavy beading and so on and so forth. You’d spend millions on something you’d wear once.. Going to a friends reception wearing a kebaya with train is just tacky right?

The tradisional dodot is a no go.. I’d get masuk angin on the first 20 minutes for sure. So the classic kebaya beludru is a definite winner..

December 27, 2009 at 11:30 am 3 comments

Review#5: MC

Tante Cici hits berat! Setelah menjajaki beberapa MC tradisional Jawa, akhirnya kita berhasil bertemu Tante Cici, dari rekomendasi Tante Henny (Caterindo).

Beliau amat sangat baik, dan komunikatif. Suaranya empuk dan njawaniiiiiiii banget.  Menurut salah satu Oom, tante Cici super canggih dalam menjaga agar acara berkesan padat dan nggak bertele-tele.

Kalau masalah on time sih ngga usah ditanya, beliau hadir minimal 45 menit sebelum acara untuk check sound dan run through urutan acara dengan pihak panitia. Very very highly recommended.

Tante Cici:

0812 8497034

December 27, 2009 at 7:10 am Leave a comment

Review #4 Glory Busana: Pak Tono *updated

Maaf ya, kalau ada kesan ngga niat ngereview… tapi sumpah saya super sibuk gila-gilaan akhir-akhir ini :(

Anyway, demi kemaslahatan bersama, saya akan mereview satu vendor yang performance crucial dalam keberhasilan acara saya.

Pasti udah banyak yang mengenal nama Pak Tono yang ngetop sebagai ex asisten Biyan, dan punya tempat praktek di gang yang masuk nyelusup di bilangan Haji Nawi.

Nah, beliau bertanggung jawab membuat beberapa kebaya dalam acara perkawinan saya, antara lain:

- Kebaya Midodareni saya

Dan inilah kebaya si ade yang lagi baca sari tilawah pas akad nikah

komentar Ade begitu liat foto ini: “Mustinya pake kerudung nih gw..asli kurang sakinah”

well de, I love you anyway :D

Dan yang paling hits adalah kebaya resepsi si Ade, sumpah saya pun iri setengah mati…..

Kebaya Mama nanti saya post di rumah ya.. CDnya ketinggalan nih..

Kebaya dengan payet standar di Pak Tono sekitar 700 – 800 ribu rupiah. Bustier 200 ribu rupiah.

FYI: kebaya yang tampil di sini semua tergolong payet standar ya…

Yang ngga kalah penting adalah kebaya Mama, temanya sama.. hijau untuk akad dan gold buat resepsi.

Hasilnya? Mewaaaahhh beneerrrr… Pak Tono juga membuat bando aplikasi untuk hiasan jilbab.

Banyak yang bilang Mama keliatan kaya Pakistan/Arab! Efek kerudung dan bulu mata yang heboh kali yaaa…..

December 21, 2009 at 10:49 am 9 comments

Review#3 Safira Maharani dan Grha 165

Ok, berdasarkan hasil survei.. Safira Maharani adalah dekor dengan layanan yang paling sip dan penawaran harga paling masuk akal.

Kita mulai dari entrance, tadinya saya memilih menggunakan pergola kayu yang dihias slayer batik, karena lebih ringan dan unik. Tapi di detik-detik terakhir, pilihan saya berubah menjadi pergola kain. Lebih standar sih, tapi ngga bisa dipungkiri bahwa pergola kain dan chandelier kesannya lebih mewah. Setelah entrance, walkway menuju pelaminan dibatasi dengan lampu jalan Malioboro. Karena pencahayaan di ballroom sedikit diredupkan, keberadaan lampu-lampu ini cukup mencuri perhatian.pergola kain

walkway

Sempat tergoda dengan pelaminan modern minimalis, yang memadukan gebyok dengan wallpaper bermotif damask. Ada untungnya juga sih menggunakan pelaminan model itu, jadi pengantin dengan busana klasik lebih menonjol. Tapi kayanya lebih sip kalau full gebyok. Oklah, full gebyok it is.

Request warna adalah dominan putih dengan aksen peach. Setelah diliat-liat, kok jadinya pucet ya? Tapi ya sudahlah. Yang menyenangkan dari Safira Maharani adalah properti mereka masih bagus dan tampak terawat. Mba Melly dan Mas Dani suaminya pun super kooperatif. Bahkan sampai ke tangan kanan mas Isro dan seorang temannya lagi juga baik banget. Tambahan lain yang perlu dicatat adalah lesung buah. Ada beberapa cara penyajian buah yang biasa digunakan. Mulai dari ranting buah, sepeda buah dan juga lesung buah ini. Saya dan mama kurang menyukai penyajian dengan sepeda buah, kesannya kurang elegan. Akhirnya kita memilih lesung buah, itu pun langsung dua buah. Dan diletakkan di antara meja buffet. Hasilnya? Hits. Tamu-tamuberdiri berbincang dambil menikmati buah yang langsung diambil dari lesung ini. pelaminan

lesung buahLast but not least, VIP Area. Karena digunakan untuk tempat para tamu VIP, saya berusaha agar lokasi ini tetap tampil cantik tapi ngga berkesan fussy. Untungnya Grha 165 punya table skirt, napkin dan pita yang cantik dan centrepiece dari Safira Maharani.  Walaupun sempat sedikit bawel soal spesifikasi bunga, pada akhirnya saya menyerah pada Mama saya, dan hanya berpesan “Aku mau banyak Sedap Malam”. VIP area

Hasilnya? Walaupun tidak menggunakan bunga import, acara di gedung tetap kelihatan manis dan mewah. Sejujurnya ketolong sama Granada Ballroom Grha 165. Gedung ini super duper recommended untuk resepsi. Langit-langitnya tinggi, dengan dinding kayu yang bisa ditutup kain starlight full. Parkiran pun ngga ada masalah, karena sampai basement 3. Gedung ini memiliki 3 rekanan katering, kalau ngga salah Caterindo, Alfabet dan Puspa. Kenapa hanya 3 katering? Ketiga katering ini harus melewati review ketat dari pemilik yayasan, ngga hanya standar rasa dan kebersihan, tapi juga halal. Super hits :)

Ruang ganti panitia juga gede banget, dan bisa disekat. Tapi akhirnya kita diberi komplimen satu ruang rapat di lantai atas untuk ruang ganti pria. Di samping ballroom juga ada ruang rias pengantin yang nyaman. Ruang rias pengantin pria dan wanita dipisah lho. Mungkin buat pasangan yang akan melangsungkan akad nikah di sana. Biasanya kan pake dipisah dulu tuh :)

Karena mengambil paket gedung, saya mendapat komplimen satu kamar suite dan satu kamar biasa. Ini dipakai untuk ruang ganti buat keluarga saya dan Adam. Setelah resepsi, kita bisa menginap di suite itu semalam. Kamarnya nyaman dan luas, lengkap dengan ruang makan dan ruang duduk. Para petugas di sana pun ramah, helpful dan sopan. Nilai buat Safira Maharani : 8.5

Nilai buat Grha 165 : 8.7

October 18, 2009 at 5:11 pm 14 comments

4 weeks and 2 days

Hidup benar-benar berputar lebih cepat dari yang pernah saya perkirakan…

Sudah menginjak 2 bulan lebih sedikit.. hampir 3 bulan lah sekarang.

Review pun belum selesai saya kerjakan…

And suddenly

postive

October 11, 2009 at 9:10 pm 6 comments

Review#2 Bunga-bunga Decoration

Okaay.. berikutnya Bunga-bunga Dekorasi

Vendor ini saya dapatkan dari hasil browsing dan baca review di blog miss Anggraini Karimuddin. Hasilnya? Mas Agus berhasil memberikan penawaran harga yang paling sip, dengan service yang menjanjikan.

Kendalanya hanya satu, di hari dan tanggal yang sama Mas Agus juga ada pesanan dekor di rumah salah seorang teman WK, miss Ade Astari. Lokasinya masih sedaerah, tapi sempat takut ngga maksimal.

Tapi anyway, dari beberapa kali pertemuan, mas Agus tidak pernah lelah menyanggupi permintaan kami yang berubah-ubah. Mulai dari tambahan ini itu sampai pengurangan ini itu ;)

Yang termasuk dalam daftar pesanan kami pada mas Agus adalah: tenda

- Tenda VIP

- Kursi futura cover

-Pelaminan

-Pergola siraman

-Tuwuhan

-Bleketepe

-Standing Flower

-Dekorasi slayer dan bunga di tangga

-Tempat Angpao

Anyway, sejujurnya saya cukup bawel untuk masalah dekorasi ini, pemilihan bunga dan lain sebagainya. Tapi pada hari H, sama sekali tidak sempat (baca: tidak diijinkan melakukan pemeriksaan akhir) setelah siraman hingga akad nikah, saya sama sekali tidak diijinkan keluar rumah, bahkan menginjak teras saja akan membuat tante-tante saya menjerit seketika. Sempat jupergola siramaga sih, colongan inspeksi bunga-bunga di pelaminan dini hari, sebelum dirias untuk akad nikah. Jam 3 pagi saya berkeliling dan meminta bunga yang layu untuk diganti.

Poin penting buat mas Agus, pergola siraman saya super cantik! Berhubung keterbatasan

tempat, menggunakan pintu gebyok sebagai latar siraman sepertinya tidak memungkinkan.

Gantinya pergola siraman dari daun dan bunga yang lebih ringan dan berkesan outdoor :) Love it!

Inovasi dari mama pun berhasil memaksimalkan keberadaan pergola ini. Setelah acara siraman dan midodareni, pergola ini dipindah ke pintu masuk tenda. Jadi ada pergola ranting yang cantik sebelum masuk ke area tenda :) My mom’s the best!

Meja akad nikah pun dekornya juga sederhana, malah bunga di atas meja akhirnya diangkat atas permintaan pak penghulu.

Diluar service dari Mas Agus, saya menambahkan plasma TV agar tamu-tamu diluar juga bisa menyaksikan prosesi adat dan akad nikah.meja akad

Ada sedikit komplain sih soal mas Agus, menurut keluarga beliau kurang melakukan pengecekan ke lokasi, dan cenderung menyerahkan semuanya pada anak buahnya. Kondisi kain untuk tenda juga tidak terlalu bagus, kotor dan banyak lubang di sana-sini. Dan pisang di tuwuhan kurang sip

Nilai buat mas Agus dan Bunga-bunga Dekor : 7

September 12, 2009 at 11:53 am Leave a comment

Older Posts


Daisypath Anniversary tickers
Lilypie Breastfeeding tickers
Lilypie First Birthday tickers

Recent Posts


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.